Jika pada akhir waktu, rasa hati tidak aku ungkapkan, aku akan tetap berusaha membuatnya hidup dalam tulisan-tulisanku.

Sunday, March 10, 2013

Yang Baru? - A Little of Yours


Yang baru?
Aamiin
A Little of Yours
Aku ingin sedikit saja berperan menjadi,
Pelukis senyum di bibirmu,
Pengukir tawa di harimu,
Pendengar sederhana di setiap ceritamu,
Peracik rindu di hatimu,
Perangkai sajak favoritmu,
Pemeluk hangat saat hujan bersamamu,
Penanti senja saat bersamamu,
Penghias manis di setiap sudut hatimu,
Penyelam samudera cintamu,
Pemburu perhatian hangatmu,
Pengusap tulus air matamu,
Pencipta salah satu mimpi manismu,
Penemu bahagia sederhanamu.
Sekali lagi,
Aku ingin sedikit saja berperan menjadi,
Penerima beberapa rasa yang kamu sebut cinta <3
Sedikit saja…

Yang Baru? - Wanna Be


Yang baru?
Yoghurtku dan Jogja Malamku :’)
Wanna Be
Aku ingin menjadi alasan di setiap senyum
Aku ingin menjadi kekuatan di setiap air mata
Aku ingin menjadi pemeran di setiap cerita
Aku ingin menjadi pemeluk di setiap hujan
Aku ingin menjadi penyejuk di setiap amarah
Aku ingin menjadi bintang di setiap gelap
Aku ingin menjadi tinta di setiap lembaran kosong
Aku ingin menjadi nada di setiap senandung
Aku ingin menjadi doa, salah satu doa
Aku ingin mengungkapkan ini,
Dalam waktu yang memihak,
Dalam suasana yang merangkul,
Dalam rasa yang berbicara,
Aku bersamamu…




Yang Baru? - Penanti Senja


Yang baru?
Yoghurtku dan Jogja Malamku :’)
Penanti Senja

Bukan…
Bukan karena aku adalah pengagum fanatik lukisan langit sore itu,
Bukan karena aku khusus menantinya di setiap sore menyapa,
Tapi karena kamu.
Aku suka,
Aku nyaman,
Aku menepis ragu untuk sementara,
Setiap aku bersamamu,
Setiap sore menghadiahkanku,
Setiap sang waktu bersama kita,
Aku larut dalam cerita dan senyummu.
Aku tak mampu sedetikpun menyembunyikan senyum.
Aku tak kuasa mengalihkan pandanganku.
Kamu itu seolah-olah membuatku menjadi sang penanti, penanti senja.
Menanti senja bersamamu.
Berdua, aku dan kamu.
Berdua, ceritaku dan ceritamu.
Berdua, rasa ini dan kata “mungkin”.
Terima kasih,
Akankah kamu menjadi sang raja untuk ratu penanti senja ini?

Yang Baru? - Senandung Pagimu


Yang baru?
Awal Maret
Senandung Pagimu
Katanya Laras,
Kemarilah gerimisku yang lucu,
Cepat basahi aku…
Bukankah bagimu aku selalu terlihat begitu kemarau?

Ngomong-ngomong tentang gerimis, aku sempat berpikir…

Menurutku, aku bukan gerimis.
Aku adalah hujan yang jatuh kepadamu tanpa mengenal perlahan,
Tanpa mengenal alasan apalagi kata “mengapa”,
Mengacuhkan sakit apalagi takut.
Saat ini, yang aku tau rasa ini masih merangkul segala yang tak pasti.
Haruskah seperti ini?
Haruskah mencintai dalam diam?
Tidakkah melepaskan hanya karena ragu ini berperan?




Yang Baru? - Satu Paket Kenangan dan Satu Bingkai


Yang baru?
Sela Kantuk
Satu Paket Kenangan dan Satu Bingkai
Sudah, sudah…
Aku sadar hanya memiliki rasa ini.
Rasa yang tersapa oleh ragu,
Rasa yang masih bersandar,
Rasa yang seolah-olah tak ingin berbicara.
Mungkin lagi-lagi benar,
Aku hanya mampu menjaga segala rasa di ruang hati terkecil,
Wujud cinta yang berkedok diam.
Terlalu banyak yang mendesak rasaku.
Beberapa berwujud ragu, namun terkadang aku yakin…
Beberapa berwujud takut, namun aku terlanjur jatuh kepadamu…
Beberapa berwujud masa lalu, masa lalu kita…
Kita terlalu jauh, bukan jarak.
Kita belum menggenggam rasa yang sama.
Kita masih membawa hal yang sama-sama sulit untuk diacuhkan.
Sudahlah…
Aku tak pernah bosan menitipkan rasa di senyumku.
Membiarkannya dalam diam.
Membiarkannya meradang.
Membiarkannya menetap.
Itu saja.