Jika pada akhir waktu, rasa hati tidak aku ungkapkan, aku akan tetap berusaha membuatnya hidup dalam tulisan-tulisanku.

Sunday, March 10, 2013

Yang Baru? - Hujan Siang Itu


Yang baru?
Tak Terduga
Hujan Siang Itu
Di antara sejuk yang memeluk…
Di antara air-air langit…
Di antara rasa yang mulai memenuhi ruang hati ini…
Aku mendengar,
Aku merasakan,
Kamu hadir dan mengetuk pintu, pintu hati yang sebelumnya tertutup rapat,
Malu, ruangannya berantakan.
Tapi, sekarang aku…
Akhirnya, aku jatuh cinta!
Iya, walau dengan segala rasa yang kubisikkan dalam diam,
Iya, walau dengan segala rasa yang ku titipkan di ujung senyum.
Terkadang, aku sadar bahwa aku telah melihat ke arahmu.
Namun, ada ragu yang tiba-tiba mengisi ruang hati, ruang yang ku persembahkan untukmu.
Selalu saja dalam cinta,
Beberapa dalam dekat tapi bukan dengan hati.
Aku masih memandangmu,
Hingga, rasa itu menepis segala ragu, datang lagi..
Iya, seolah-olah pemiliknya yang menyerahkan. Iya, kamu…
Mencintaimu dalam diam, mungkin…
Mencintaimu yang bersembunyi dalam senyum, mungkin…
Mencintaimu dalam kebingungan tulisan ini, huh…
Jadi,
Aku mencintaimu dengan segala rasa indah yang bersandar pada diam dan kata “mungkin”.
JIKA CINTA DATANG TAK TERDUGA, AKU PERCAYA!

-masih dalam kata mungkin

Masa Lalu Lagi - Tears, He and You


Masa lalu lagi
Kemarin, Malam Itu
Tears, He and You.
Kemarin, malam itu…

“Di Jogja harus bener, kalau ngga bener mending ke Jakarta lagi sama aku.”
Aku yakin kali ini, masih ada beberapa rasa yang sama. Hanya sekarang, kita masing-masing saling ikhlas untuk melepaskan. Membiarkan seseorang yang lain, seseorang yang membuatku, membuatmu tersenyum.
Maaf , aku takut ketika kamu marah. Maaf, aku menangis lagi. Maaf, aku membuatmu terjaga malam itu. Maaf, aku merepotkan, lagi-lagi.

“Maaf ya, didn’t mean to make you cry this night. This is me. The real me… now.”
Aku lelah mencari orang lain yang mengisi hati aku, bukan untuk menyingkirkanmu. Melainkan hanya untuk menemaniku.
Andai dalam dekat, aku tidak butuh pelukan lain, aku punya kamu… dan lagi-lagi keadaan.

“It’s good to see you happy. Keep goin!”
“If I really love someone, it’ll be forever.”
“Seburuk-buruknya mantan, dia pernah ada di sejarah kita.”
Kamu yang membuat air mata dan senyumku datang tak beraturan. Iya, kadang memberi bahagia tapi kadang juga luka.

“Imagine that now im on your side, my arms are open wide wait for you to hug me, to make you feel better than before.”

Masih seperti dulu.
Selamat tinggal.

Masa Lalu Lagi - Sekejap Saja Merangkul


Masa lalu lagi
Setelah Senandung
Sekejap Saja Merangkul
Jika masih boleh, aku ingin sedikit menoleh.
Jujur, beberapa waktu membuat rindu ini tak berarah.
Kamu pernah menjadi pencuri, pencuri yang aku cintai.
Iya, mencuri perhatian, sayang dan cintaku.
Tapi,
Kamu juga pernah mencuri senyumku dan meninggalkanku dengan air mata.
Tapi,
Kamu tetap spesial.
Kamu,
Ingat pernah menyenandungkan rindu?
Ingat pernah membuatku tersipu malu?
Ingat pernah membuatku terpaku dengan sebuah kecupan?
Ingat pernah berbaring manja di pahaku?
Ingat pernah menantiku?
Kamu, malakat pelupa…
Aku yakin kamu tidak sebegitu parah melupakan semua.
Kata kamu yang baik itu jangan dilupakan.
Kata kamu aku itu terbaik.
Andai tidak dalam jarak,
Mungkin sekarang kita sedang berada dalam ungkapan cinta yang sama, yang terikat, yang saling menjaga dan saling merangkul.
Baik, aku hanya sedikit menoleh saja.
Selamat berjalan lagi!


Masa Lalu Lagi - Beberapa Keping Kenangan


Masa lalu lagi
Malam Kesekian
Beberapa Keping Kenangan

Beberapa kenangan (mungkin) pantas dirangkul lagi.
Iya, aku tidak pernah berusaha menepis.
Kamu memang telah pergi, awalnya…
Tuhan tiba-tiba berbisik,
“Malaikatmu yang dulu akan datang lagi.”
Aku tenggelam dalam bisu.
Hatiku, ingin rasanya dirangkul erat oleh sesuatu.
Aku tak ingin semua menjadi terlanjur, lagi.
Perlahan  dan perlahan,
Sosokmu seperti dulu.
Lagi-lagi kenangan itu mencari celah dan lengahku lagi.
Ternyata, kamu bukan kamunya aku yang dulu.
Walaupun,
Rangkulanmu masih seerat dulu,
Suaramu masih membuatku tersenyum,
Candamu masih saja bodoh.
Yang berbeda adalah keadaan ini,
Keadaan antara aku dan kamu yang masing-masing membawa cerita baru,
Rasa cinta yang berubah menjadi rasa sayang seorang sahabat,
Dan rasa yang telah kita miliki untuk mereka yang kita cinta.
Tak terikat itu membuat kita terus dalam dekat, terkadang.
Terimakasih untuk kembali dan membawa senyum yang dulu.
Mantan pacar dan malaikat pelupaku.

Thursday, November 15, 2012

Bianglala, Senja, Cinta, dan Harapan


Bianglala, senja, cinta dan harapan.

Sejak kecil aku suka sekali bianglala.

Sedikit takut tapi menyenangkan.

Lalu?

Bianglala itu sebuah wahana. Layaknya jalan hidup yang membawa kita ke bagian paling bawah hingga bagian paling atas, berputar. Di bagian paling bawah, menyadarkan kita bahwa masih ada orang lain yang lebih tinggi dari tempat kita berada. Dibagian paling atas, menyadarkan kita untuk selalu waspada pada ketinggian itu dan menyadarkan bahwa suatu saat kita akan kembali ke bawah.

Senja itu menyambut malam dan menyapa esok. Layaknya cerita dan kenangan, cerita yang berjalan tidak menutup kemungkinan akan berhenti dan berubah menjadi kenangan. Simpan lah kenangan itu karena setidaknya masih memiliki. Dan pada akhirnya kita akan dihadiahkan cerita baru lagi oleh-Nya esok hari atau suatu saat nanti.

Cinta itu ketika aku menulis ini diiringi oleh kenangan kita dan rasaku yang masih ada untuk kamu.

Harapan itu ketika aku berharap suatu saat nanti kamu menghadiahkan mimpiku ini menjadi nyata, bersamamu, senja hari diatas bianglala,  kau memberi ciuman lembut itu dan saling menyilangkan jari kelingking kita untuk berjanji saling bersama.

Hingga saat ini aku masih menggenggam mimpi ini. Seseorang yang aku kira akan menemaniku untuk menggenggam mimpi ini bersama-sama sedang lupa. Dia pelupa, lupa mengukir senyum di wajahku. Lupa aku punya mimpi ini.

Sesuatu paling mahal dan paling menakutkan yang aku mau sekarang adalah … Aku mau kamu ada didekat aku sekarang. Jarak dan hati. @Hanynh/September 2, 2011/10:39